Komite Audit

Prinsip Komite Audit

Sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004, Perseroan telah membentuk Komite Audit Perseroan. Komite Audit ini diketuai oleh Komisaris Independen yang dibantu 2 orang anggota. Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada

Dewan Komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dari Komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain meliputi: 

  1. Menelaah informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan seperti laporan keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya;
  2. Menelaah ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan;
  3. Menelaah pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal;
  4. Melaporkan kepada Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perseroan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi;
  5. Menelaah dan melaporkan kepada Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Emiten atau Perusahaan Publik; dan
  6. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan 

Fokus utama Komite Audit adalah pada kajian sistem dan prosedur serta penerapannya terhadap Perseroan. Setelah melakukan kajian, Komite Audit memberikan usulan-usulan yang bertujuan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan manajemen, meningkatkan efektifitas komunikasi dan penyelesaian tugas di bawah operasional, serta mempercepat proses sosialisasi KYC (Know Your Customer) atau Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) sebagai keputusan UU RI No. 8/2010, SK Menkeu No. 30/PMK.010/2010 dan peraturan ketua Bapepam-LK No. PER. 05/BL/2011.