Komite Audit

Profil Komite Audit

Ketiga anggota Komite Audit merupakan individu profesional yang berasal dari luar perusahaan, di mana salah satunya memiliki latar belakang keuangan, sehingga secara komposisi dan kualifikasi, ketiga anggota Komite Audit ini telah memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Bapepam-LK maupun Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Perseroan menjamin independensi seluruh anggota Komite Audit Perseroan dengan memastikan bahwa ketiganya tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali maupun hubungan dengan Perseroan yang dapat memegaruhinya dalam membuat keputusan secara objektif.

ProfilKomiteAudit

  1. Tan Lian Soei, Ketua

Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan, berdasarkan Akta Penunjukan Terakhir No. 16, tanggal 20 Juli 2016. Beliau mengawali perjalanan kariernya sebagai akademisi dengan menjabat Sekretaris Jurusan Manajemen di Universitas Katolik Parahyangan (1991-1994). Saat ini beliau merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (1983-sekarang), Ketua koperasi Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (2006-sekarang), serta sebagai Ketua Senat Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (2014-sekarang). Sebelumnya beliau pernah tercatat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (2002-2005), Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana, dan Prasarana di Universitas Parahyangan (2006-2011), dan sejumlah jabatan lainnya. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dengan jurusan Manajemen Perusahaan dari Universitas Katolik Parahyangan tahun 1982 dan Magister Manajemen dari Universitas Padjajaran tahun 1997.

 

  1. Asdi Aulia, Anggota

Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Diangkat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2013 hingga kini. Beliau hingga kini tercatat sebagai salah satu Anggota Badan Pengawas Koperasi Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Bandung sejak tahun 2006. Beliau sebelumnya pernah dipercaya sebagai Kepala Biro Keuangan Universitas Katolik Parahyangan Bandung untuk periode jabatan 2007-2012. Meraih gelar Master of Business (Accounting) dari Monash University, Melbourne, Australia, tahun 2005, serta memperoleh Certificate IV bidang Training and Assessment (Hobart Technology, Tasmania, Australia) dan sertifikasi Dosen tahun 2012.

 

  1. Sandra Sunanto, Anggota

Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Diangkat menjadi anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2013. Beliau berkarir di bidang akademis dengan menjadi Dosen (dengan jabatan terakhir sebagai Rektor Kepala) di Universitas Katolik Parahyangan Bandung sejak tahun 1996 hingga sekarang. Sejak Juni 2012 hingga kini, beliau menjabat sebagai Konsultan Riset Pemasaran dan Pengembangan Usaha di Yogya Group dan sebagai Trainer di berbagai pelatihan di Bandung pada tahun 2011. Meraih gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 1996.

 

Prinsip Komite Audit

Sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004, Perseroan telah membentuk Komite Audit Perseroan. Komite Audit ini diketuai oleh Komisaris Independen yang dibantu 2 orang anggota. Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada

Dewan Komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dari Komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain meliputi: 

  1. Menelaah informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan seperti laporan keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya;
  2. Menelaah ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan;
  3. Menelaah pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal;
  4. Melaporkan kepada Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perseroan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi;
  5. Menelaah dan melaporkan kepada Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Emiten atau Perusahaan Publik; dan
  6. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan 

Fokus utama Komite Audit adalah pada kajian sistem dan prosedur serta penerapannya terhadap Perseroan. Setelah melakukan kajian, Komite Audit memberikan usulan-usulan yang bertujuan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan manajemen, meningkatkan efektifitas komunikasi dan penyelesaian tugas di bawah operasional, serta mempercepat proses sosialisasi KYC (Know Your Customer) atau Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) sebagai keputusan UU RI No. 8/2010, SK Menkeu No. 30/PMK.010/2010 dan peraturan ketua Bapepam-LK No. PER. 05/BL/2011.